CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Assalamu'alaikum

Welcome Myspace Comments

Music is my life ...

Hello! Myspace Comments

Sunday, March 11, 2012

Kesehatan Mental

          Sehat ? apa yang terpikirkan oleh kita jika mendengar kata sehat. Apakah sehat itu sama dengan tidak sakit, atau sehat itu sesuatu yang membuat kita nyaman, atau yang lainnya. Pastinya banyak sekali pendapat untuk menjelaskan apa itu sehat. Namun, sesungguhnya sehat itu adalah jika seseorang berada didalam kondisi yang baik secara fisik, emosi, intelektual, spiritual dan sosial. Ada keselarasan dan keseimbangan diantara hal-hal tersebut. Lalu bagaimana dengan kesehatan mental atau dapat pula dikatakan sebagai kesehatan jiwa.
Pengertian terminologis tentang kesehatan mental selalu mengalami perkembangan. Pada awalnya pengertian orang tentang kesehatan mental bersifat terbatas dan sempit, seperti hanya terbatas pada terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa. Dalam pengertian ini, kesehatan mental berarti hanya diperuntukkan bagi orang yang mengalami gangguan dan penyakit jiwa saja. Padahal kesehatan mental diperlukan bagi setiap orang yang merindukan ketentraman dan kebahagian hidup.
Ada pula beberapa pengertian yang berkaitan dengan kesehatan mental/ kesehatan jiwa, yaitu :
● Menurut UU Kesehatan Jiwa No. 3 Tahun 1966, Kesehatan jiwa adalah kondisi yang memungkinkan pengembangan fisik, intelektual, emosional secara optimal dari seseorang, dan perkembangan ini berjalan selaras dengan orang lain.
● Menurut Marie Johanda, pengertian kesehatan jiwa tidak hanya terbatas pada terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit kejiwaan, akan tetapi disamping itu, orang yang sehat mentalnya juga memiliki karakter utama sebagai berikut :
1)      Sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri dalma arti ia dapat mengenal dirinya dengan baik.
2)      Pertumbuhan, perkembangan, dan perwujudan diri dengan baik.
3)      Integrasi diri yang meliputi keseimbangan mental, kesatuan pandangan, dan tahan terhadap tekanan-tekanan yang terjadi.
4)      Otonomi diri yang menyangkut unsur-unsur pengatur kelakuan dari dalam atau kelakuan bebas.
5)      Persepsi mengenai realitas, bebas dari penyimpangan kebutuhan serta memiliki empati dan kepekaan sosial.
6)      Kemampuan untuk menguasai lingkungan, bersosialisasi, dan berintegrasi dengannya secara baik.
● Menurut Kartini Kartono, Kesehatan jiwa sebagai ilmu tentang jiwayang mempermasalahkan kehidupan kerohanian yang sehat, yang memandang pribadi manusia sebagai satu totalitas psikofisis yang kompleks. Menurutnya, orang yang berpenyakit mental, ditandai dengan fenomena ketakutan, pahit hati, apatis, cemburu, iri hati, dengki, eksplosif, ketegangan batin, dan sebagainya. Sementara orang yang sehat jiwanya, adalah mempunyai kemampuan untuk bertindak secara efisien, memiliki tujuan hidup yang jelas, ada koordinasi antara segenap potensi, memiliki integritas kepribadian, dan selalu tenang batinnya.
Kesehatan mental merupakan kondisi yang sangat dibutuhkan untuk penyesuaian diri yang baik. Apabila seseorang bermental sehat, maka sedikit kemungkinan dia akan mengalami ketidakmampuan menyesuaikan diri yang berat. Kesehatan mental adalah kunci untuk penyesuaian diri yang sehat. Kesehatan mental berarti bebas dari simtom-simtom yang melumpuhkan dan mengganggu, yang merusak efisiensi mental, kestabilan emosi, atau ketenangan pikiran.
Orang yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan mental sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi. Kesehatan mental tidak hanya jiwa yang sehat berada dalam tubuh yang sehat (mens sana in corpora sano), tetapi juga suatu keadaan yang berhubungan erat dengan seluruh eksistensi manusia. Jadi, sehat itu sangat perlu untuk menjalankan hidup yang lebih baik.
                Berbicara kesehatan, tentunya masing-masing orang mempunyai konsep sehat untuk hidupnya. Konsep sehat menentukan bagaimana seseorang menjalankan kesehariannya. Apakah kehidupannya seimbang dan selaras atau tidak. Lalu, apa itu konsep sehat? Konsep sehat adalah konsep yang timbul dari diri kita sendiri secara sadar mengenai berbagai upaya untuk mendapatkan status sehat bagi tubuh kita. Pemahaman konsep sehat ini dapat juga diartikan sebagai keseimbangan, keserasian, keharmonisan antara faktor pikir (akal), jiwa (mental/spiritual), dan raga (fisik/lahiriah). Jika ketiga faktor ini terintegrasi secara baik dan berimbang, kita telah dapat memahami konsep sehat secara utuh. Konsep sehat inilah yang akan menuntun kita pada pola atau tata laku sehari-hari.
                Ada konsep, maka ada pula dimensi atau aspeknya. Apabila pada batasan terdahulu, kesehatan hanya mencakup 3 dimensi atau aspek, yaitu fisik, mental dan sosial. Sekarang dalam Undang-undang No. 36 Tahun 2009, Kesehatan mencakup 4 dimensi atau aspek, yaitu fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Hal ini berarti, kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental dan sosialnya saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi. Bagi yang belum memasuki usia kerja, anak, dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau manula, berlaku produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik. Sedangkan produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial atau keagamaan yang bermanfaat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain dan masyarakat.
                Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan pada seseorang, kelompok, atau masyarakat. Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat holistik atau menyeluruh yang mengandung keempat aspek. Wujud atau indikator dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan individu antara lain sebagai berikut :
a.       Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang tidak merasa sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara klinis tidak ada penyakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak ada gangguan fungsi tubuh.
b.      Kesehatan mental (jiwa) mencakup tiga komponen, yaitu pikiran, emosional dan spiritual.
1)      Pikiran yang sehat itu tercermin dari cara berpikir seseorang, atau jalan pikiran. Jalan pikiran yang sehat apabila seseorang mampu berpikir logis (masuk akal), atau berpikir secara runtut.
2)      Emosional yang sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspesikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
3)      Spiritual yang sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian atau penyembahan, keagungan, dan sebagainya terhadap sesuatu dibalik ala mini, yakni Sang Pencipta alam dan seisinya (Allah Yang Maha Kuasa). Secara mudah, spiritual yang sehat dapat dilihat dari praktik keagamaan, keyakinan atau kepercayaan, sesuai dengan agama yang dianut. Dengan perkataan lain, spiritual yang sehat adalah apabila yang melakukan ibadah dan aturan-aturan agama yang dianutnya.
c.       Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan atau berkomunikasi dengan orang lain secara baik atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayaan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, saling menghargai dan toleransi.
d.      Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat dari seseorang (dewasa) itu produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong secara finansial terhadap hidupnya atau keluarganya. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjur (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yaitu mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan pelayanan sosial , pelayanan agama, atau pelayanan masyarakat yang lain bagi usia lanjut.

Kita sudah mengetahui dimensi atau aspek dari kesehatan mental. Kini, saya akan memberitahu sejarah perkembangan kesehatan mental.
Penyakit mental itu sama usianya dengan manusia. Manusia hidup penuh dengan cobaan. Dengan cobaan itu, manusia dapat berubah. Ada cobaan yang tidak dapat ia selesaikan dengan sebaik mungkin dan hal itu mempengaruhi perilakunya. Maka ia bisa saja mengalami gangguan mental. Dan gangguan mental ini sudah ada sejak zaman prasejarah. Tentunya sebelum kita lahir ke duinia ini.
Sejarah yang tercatat melaporkan berbagai macam interpretasi mengenai penyakit mental dan cara-cara menguranginya atau menghilangkannya. Pada umumnya hal tersebut mencerminkan tingkat pengetahuan dan kecenderungan-kecenderungan religius, filosofis, dan keyakinan-keyakinan serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat zaman itu. Tidak mengherankan bahwa usaha-usaha lebih awal dalam menangani masalah tersebut penuh dengan kesulitan dan perkembangan ilmu kesehatan sendiri sangat lambat. Hal ini disebabkan oleh 2 alasan, pertama, sifat dari masalah-masalah yang disebabkan oleh tingkah laku abnormal membuatnya menjadi hal tersendiri karena perasaan takut, malu, dan bersalah dalam keluarga dan masyarakat dari para pasien. Oleh karena itu, penanganan terhadap orang-orang yang sakit mental diserahkan kepada Negara atau lembaga agama yang menjadi pelindung baik tingkah laku kelompok maupun tingkah laku individu. Kedua, pengetahuan semua ilmu pengetahuan begitu lambat dan sporadis, dan banyak kemajuan sangat penting yang telah dicapai mendapat perlawanan yang sangat keras. Ini merupakan hal yang khas bagi ilmu kesehatan mental dibandingkan dengan disiplin-disiplin ilmu lain. Dalam meninjau kisah historis yang berikut, orang hendaknya menahan diri untuk memandang dengan perasaan khawatir atau mengkritik terlalu pedas. Meskipun benar bahwa pada masa-masa awal orang yang sakit mental dipahami secara salah atau sering diperlakukan dengan baik, namun banyak orang sehat atau normal bukanlah orang-orang yang paling bahagia.
Pada zaman prasejarah , manusia purba sering mengalami gangguan-gangguan mental, namun manusia purba benar-benar berusaha mengatasi penyakit mental. Ia memandang dan merawatnya sama seperti halnya dengan penyakit fisik lainnya. Baginya, gigi yang sakit dan seseorang yang gila (yang berbicara tidak karuan) disebabkan oleh penyebab yang sama, yaitu roh-roh jahat, halilintar, atau mantera-mantera khusus. Jadi, untuk penyakit mental maupun fisik dirawat dengan perawatan yang sama, tidak ada pengecualian bagi mereka yang menderita sakit mental. Mereka tidak dibuang dari masyarakat, tidak dikurung dalam gua-gua, atau ditertawakan, atau dipukuli bahkan dibunuh. Betapapun neneng moyang kita liar dan pengetahuannya kurang, namun dalam menangani penyakit mental mereka memakai cara-cara yang tidak kelihatan lagi pada masa-masa kemudian.
                Dalam semua peradaban awal yang kita kenal di Mesopotamia, Mesir, Yahudi, India, Cina, dan Benua Amerika, imam-imam dan tukang sihir merawat orang-orang yang sakit mental. Diantara semua peradaban tersebut, sepanjang zama kuno (dari 5000 tahun SM sampai 500 tahun M) penyakit mental menjadi hal yang umum. Untuk itu, pada zaman modern seperti saat ini, tidak heran apabila kita melihat orang-orang yang mengalami gangguan mental/jiwa berada ditempat umum. Karena pada sejarahnya sendiri, hal tersebut sudah menjadi suatu hal yang umum dan orang-orang sudah mengetahui ada yang namanya gangguan mental. Pastinya dalam perkembanganya akan selalu mengalami kemajuan dalam hal tersebut. Baik dalam penanganan untuk mereka yang mengalami gangguan mental ataupun sebab akibat dari adanya gangguan mental. Dari zaman ke zaman, kesehatan mental akan tetap menjadi hal yang penting dalam menjalankan hidup yang lebih baik. Untuk itu, baik bagi kita dalam menjaga kesehatan mental kita.




Daftar Pustaka :
-          Notoadmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan ; teori & aplikasi. Jakarta: PT RINEKA
              CIPTA
-          Siswanto, H. (2010). Pendidikan Kesehatan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Pustaka Rihama
-          Wratsongko, M. (2010). Sholat Jadi Obat. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
-          Semiun, Y. (2006). Kesehatan Mental. Yogyakarta: Kanisius
-          Sholeh, M. (2008). Bertobat Sambil Berjalan. Jakarta: Hikmah (PT Mizam Publika)

Wednesday, February 15, 2012

Kenangan terakhir darimu

      Setahun lebih Bintang selalu hidup bersama Bulan. Setiap keceriaan maupun kesedihan mereka lalui berdua. Malam itu, Bintang duduk bersama Bulan dibawah langit malam yang dihiasi oleh pernak – pernik dan hiasan langit. Malam yang indah jika mereka selalu hadir disetiap malam.

“ Bulan,Bintang gak tau apa jadinya hidup Bintang tanpa kamu?” kata Bintang
“ Bintang jangan takutya.Karna Bulan akan selalu ada buat kamu.” balas Bulan sambil menyandarkan kepalanya kebahu Bintang
“ sampai kapanpun??” (dengan nada yang meyakinkan)
“ iya..sampai kapanpun.” Bulan tersenyum
“ makasihya,sayang…” dengan memegang tangan bulan dan bulan mengangguk menandakan membalasnya sambil tersenyum

♀♂

            Suara kokok ayam membuat Bulan terkejut dari tidurnya yang nyenyak. Dia terbangun dan duduk diatas tempat tidurnya. Dia melamun.. namun entah apa yang dia lamunkan.

            “ Bulan.. kamu sudah bangun?ayo sarapan.. kamukan mau pergi sekolah “ teriakan mamanya dari
depan pintu kamarnya membuatnya tersadar dari lamunannya. Tiba – tiba dia merasakan sakit dikepalanya sampai – sampai dia memegang kepalanya dan merintih kesakitan dan tak seorangpun yang mendengar rintihannya karena dia menahan suaranya. Setelah sakitnya sedikit berkurang,dia pun langsung bergegas mandi dan bersiap – siap untuk pergi sekolah. Tak lama kemudian Bulan keluar dari kamarnya dan berjalan kemeja makan untuk sarapan.
           
            Dia hanya memakan roti setengah dari yang dia pegang. Lalu dia melihat jam yang ada dipergelangan tangannya sebelah kanan. Jam itu menunjukan pukul jam 7 tepat. Bulan langsung berdiri dan berpamitan dengan mamanya.

            Untungnya Bulan tidak terlambat datang kesekolah pada hari senin itu. Karna jika dia terlambat, dia akan kena hukum tidak boleh masuk sekolah pada hari itu dan dia tidak bisa bertemu dengan Bintang. Tetapi, yang dia takuti ternyata tidak terjadi. Bulan langsung berjalan kearah kelasnya. Menghampiri mejanya dan meletakkan tasnya. Setelah itu dia keluar dan ikut baris bersama teman – temannya karena akan ada upacara senin pagi. Cuaca pada pagi itu sangat mendukung. Tidak panas ataupun gerimis karena mau hujan. Sehingga murid – murid yang ikut upacara tidak terganggu oleh cuaca pada pagi itu. Selesai upacara, mereka masuk kekelas. Dari depan kelasnya, Bulan melihat kearah kelas Bintang dan tidak dia temukan sosok Bintang masuk kekelasnya. Lalu Bulan masuk kekelasnya dan duduk sambil mengeluarkan buku pelajarannya.

            Jam istirahat Bulan pergi berjalan kearah sebuah pohon. Dibawah pohon itu ada tempat duduk dan kesitulah tujuan Bulan dengan membawa buku bacaannya untuk dibaca dengan menikmati cuaca pada pagi tiu. Dia duduk dan melihat kearah sekitarnya.T ak terlihat pula sosok yang dia cari dari tadi pagi sebelum dia masuk kedalam kelas. Bulan menghelakan nafasnya. Memulai membuka buku dan membaca sambungan dari bacaan yang dia baca saat sedang bersantai dirumah. Dengan seksama dia membaca buku itu. Baginya buku itu banyak memberikan dia pelajaran yang sangat berharga. Dari setiap peristiwa dan akhir dari suatu kejadian. Entahlah… entah peristiwa apa yang dia baca itu. Sampai dia berharap ada keajaiban dihidupnya. Itu sangat terlihat jelas dari matanya. Lelah dia membaca itu dan dia sandarkan bahunya ketempat duduk yang dia duduki. Dia mencoba mengulang kembali mencari – cari sosok itu dan hasilnya dia tidak juga menemukannya.
            Bulan sedikit merasa bosan berada ditempat duduk itu. Dia memutuskan untuk pergi kekelasnya. Saat dia ingin berdiri, tiba- tiba ada tangan yang menutup matanya. Bulanpun terkejut. Tapi dia tidak ingin menebak siapa orang yang menutupi matanya itu. Karna yang ada dibenaknya orang itu pasti Bintang. Siapa lagi kalu bukan memang Bintang. Bulan diam saja. Bintang merasa bingung dan menyingkirkan tangannya dari mata Bulan.
           
            “ kok gak ditebak sih?” sambil berjalan duduk disebelah bulan.
“ harusya ditebak!dari tadi Bulan itu nungguin kamu.lama banget datangnya?” Tanya balik Bulan
            “ maaf…(dengan nada mengaku salah).tadi itu Bintang ada keperluan kemajelis guru.soalnya
            ada guru yang manggil.jadi lama deh kesininya.”penjelasan Bintang
            “ gak marahkan?” Tanya Bintang kembali
            “ gak marah kok.tapi cuma capek nunggu aja.”
            “ ya maaf deh..maafin Bintangya…!!!!”
            “ yaudah..tapi jangan diulangi lagiya?”
            “ iya.terus,Bulan mau kemana nih?”
            “ mau balik kekelas.”
            “ bentar lagi dong.tunggu bunyi bel aja.yah?”
            “ yaudah..” dengan nada sedikit menandakan bahwa Bulan sedang tidak enak badan.
            “ kok lemes?Bulan sakitya?”
            “ gak kok..cuma capek aja tadi baca buku.”
            “ buku apa?”
            “ nih..(sambil menunjukkan buku kepada Bintang)”
            “ ooh..kenapa sih kamu suka banget baca buku itu?”
“ bukunya tu banyak kasi Bulan pelajaran buat hidup.ngajarin Bulan berbagai hal.jadi kalau Bulan masuk kedalam suatu kejadian kayak yang ada dibuku itu,Bulan mungkin bisa untuk mensiasatinya,jadi Bulan gak bingung lagi mesti ngehadapin kejadiaan itu.” Jelas Bulan
“ kenapaya…Bintang tu ngerasa gak mau jauh – jauh dari Bulan.Bagi Bintang,Bulan tu buat yang terakhir dihidup Bintang.Bintang gak mau yang lain lagi.Bintang sayang banget sama Bulan.”
“Bulan juga sayang banget kok sama Bintang” melihat Bintang dengan tatapan penuh makna

♀♂

Larut malam sekitar jam setengah dua belas, biasanya langit sedang menunjukkan pertunjukannya yang indah. Bulan bersinar terang dan ditemani Bintang. Kebisaan Bintang yang melihat pertunjukkan itu membuatnya untuk setiap malam keluar dari kamarnya dan duduk diatas atap rumahnya. Dimana tempat itu,tempat untuknya selalu melihat langit malam. Malam itu, Bintang terkejut karna tidak ada dia melihat sedikitpun cahaya bulan. Yang ada hanya bintang yang meredup cahayanya tanpa bulan. Bintang gelisah. Berfikir apa yang sedang terjadi. Lalu terlintas dalam benaknya tentang Bulan.

“ Ya..allah….apa yang sedang terjadi malam ini.tak sedikitpun cahaya bulan terlihat malam ini.Bintangpun meredupkan cahayanya..apakah ini pertanda akan terjadi sesuatu antara aku dan Bulanku???”

            Paginya dirumah Bintang. Telefon untuknya dari seberang sana.bunyinya terdengar sangat mendesak. Bintang mengangkatnya. Kelihatannya terjadi percakapan yang cukup serius pagi itu. Ternyata kabar yang kurang baik untuknya pagi itu. Pagi yang seharusnya menjadi hari libur baginya.(hari minggu) kini menjadi hari yang yang dia fikir maksud dari langit yang dia lihat kemaren malam. Bulan masuk rumah sakit dan dia belum mengetahui apa penyebabnya. Buru – buru Bintang pergi kerumah sakit Permata Hati untuk melihat keadaan Bulan. Sampainya dia disana dia langsung mencari kamar dimana Bulan berada. Untungnya mamanya Bulan tidak lupa memberitahu nomor berapa kamar tempat Bulan berada.
            Bintang membuka pintu kamar itu. Dia melihat mamanya Bulan sedang melihat anaknya. Bintang menghampiri. Melihat sedih seseorang yang dia cintai sedang terbaring lemah diatas tempat tidur dengan keadaan tidak sadar. Bintang memanggil mamanya Bulan..

            “ tante.. Bulan kenapa?” Tanya Bintang
“ tante belum tahu, tang. dokternya belum bilang apa – apa dengan tante.” Dengan nada sedikit sedih
            “ yaudah coba Bintang tanya sama perawatnya duluya.”
            “ iya “

            Bintang keluar berjalan mencari perawat yang lewat. Dia menemukannya.T anpa fikir panjang Bintang langsung bertanya dengan perawat tersebut.
           
            “ suster,gimana keadaan pasien yang bernama Bulan?”
            “ kalau itu anda tanya langsung dengan dokter yang bersangkutanya.” Menjawab dengan sopan
            “ dimana saya bisa bertemu dengan dokternya?”
            “ dari sini anda lurus nanti ada belokan kekanan anda masuk dan sisitu ruangan dokternya.”
            “ makasihya,suster..”
            “ sama – sama.”

            Bintang kembali lagi kekamar Bulan. Dan langsung memberitahu kepada mamanya Bulan untuk menemui dokternya. Mamanya Bulan langsung saja keruangan dokternya. Bintang menjelaskan pula dimana ruangan dokter yang dimaksud. Mamanya Bulan menitipkan Bulan kepada Bintang untuk dijaga dan dia pun langsung bergegas keruang dokter tersebut.

            “ Bulan…kenapa kamu bisa seperti ini?apa yang sebenarnya terjadi?kamu sakit apa?andai kamu tahu,perasaanku sungguh tidak enak saat dari tadi malam.aku merasa akan terjadi sesuatu diantara aku dan kamu.Bulan…ku mohon kamu sadar.aku takut sesuatu yang tidak aku inginkan akan terjadi.aku mohon Bulan…”

            Bintang berkata dihadapan Bulan yang sedang tidak sadar. Bintang meluapkan semua yang dia rasakan saat itu. Pikirannya kacau. Baru kali itu Bintang benar – benar merasakan hal yang membuatnya benar – benat risau dan gelisah. Sementara itu, mamanya Bulan sedang mendengarkan penjelasan dokter yang mungkin akan membuatnya sangat terkejut. Dokter mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan Bulan mengidap penyakit kanker. Kanker otak tepatnya. Sontak mamanya Bulan langsung terkejut. Lalu dokterpun melanjutkannya. Bulan sudah lama mengidap penyakit ini dan kini sudah masuk stadium akhir. Karna cairan yang ada diotaknya tersebut sudah menjalar keseluruh tubuhnya. Kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. Tetapi jika tuhan berkehendak lain, mungkin akan terjadi suatu mukjizat. Mamanya Bulan diminta untuk terus berdoa kepada yang maha kuasa dan selalu menjaga Bulan agar dia tidak merasa kelelahan dan kecapekan. Mamanya Bulan sedih. Sangat sedih. Anak satu – satunya dia akan pergi mendahuluinya. Dalam pikirannya dia tidak pernah sama sekali berfikiran seperti itu. Dan dia tidak meninginkan hal itu terjadi.

            Mamanya Bulan keluar dari ruangan dokter dan pergi kekamar anaknya kembali. Disana Bintang sudah menunggu dari tadi. Bintang melihat mamanya Bulan sangat sedih. Bintangpun buru – buru menanyakan apa yang terjadi dengan Bulan. Mamanya Bulan menjelaskan semua yang terjadi bahwa Bulan mengidap penyakit kanker otak. Apa yang terjadi awalnya pada mama Bulan terjadi juga pada Bintang. Dia terkejut. Sangat, sangat, terkejut. Bintangpun menoleh kearah Bulan yang sedang terbaring tak berdaya.Ternyata apa yang dia takuti benar – benar terjadi. Bintang meneteskan air mata. Dipandangi wajah Bulan sembari memegang tangan Bulan.

“ rasakan detak jantungku saat ini Bulan?( sambil meletakkan tangan Bulan yang dipegangnya kedadanya).aku menangis untukmu.aku tak pernah membayangkan hal ini terjadi sebelumnya.andai aku bisa menggantikan hidupku untukmu.”

            Melihat Bintang sangat tak inginkan Bulan pergi. Mamanya Bulan mengerti betapa cintanya Bintang terhadap Bulan. Dia tahu karena Bulan selalu menceritakan Bintang kepadanya. Bulan pun begitu mencintai Bintang. Entah apa nanti jadinya jika Bintang tanpa Bulan.

♀♂

            “ bintang…” sapa Bulan dari tempat dia terbaring
           
            Mendengar Bulan memanggilnya Bintang langsung terjaga dari tidurnya.

            “ kamu sudah sadar?” (anggukkan Bulan meyakinkan Bintang)
            “ mama mana?” Tanya Bulan
“ mama kamu pulang kerumah.kelihatannya dia capek banget.jadi aku yang ngejagain kamu disini.mungkin pagi ini mama kamu kembali kesini lagi.”
            “ oh..oya dokter bilang apa dengan keadaan aku kayak gini?”
“ hmm..dokter cuma bilang kalau kamu kelelahan dan banyak pikiran.(menutupi hal yang sebenarnya terjadi kepada Bulan).emangnya kamu mikirin apa sih?kalau Bintang sih gak usah terlalu dipikirin.Bintang gak bakalan jauh – jauh kok dari Bulan.”(mencoba membuat Bulan tersenyum dan mencoba untuk tegar dan tidak kelihatan bersedih didepan Bulan)
“ (Bulan tersenyum).kamu bisa aja.Bulan gak mikirin apa – apa kok.mungkin karna Bulan gak enak badan aja kaliya samapi kecapekan.”
“ bisa jadi juga sih..yaudahlah,gak usah dipikirinya.yang pentingkan sekarang kamu udah gak kenapa – kenapa lagi.untuk sekarang ini kamu istirahat yang banyak dulu.okeh?” dengan menyunggingkan senyuman kepada Bulan
            “ oya,kamu gak sekolah?”
“ gak!untuk hari ini Bintang jagain kamu dulu disini.besok Bintang baru masuk sekolah.dan pulang sekolahnya Bintang langsung kesini buat nemenin kamu lagi.”
            “ kamu baik banget sih..makasihya” dibalas Bintang dengan senyuman

            Esok harinya mamanya Bulan yang menjaga Bulan dirumah sakit. Dan Bintang pergi untuk masuk sekolah. Pulang sekolahnya sekitar jam setengah satu, Bintang langsung pergi menemui Bulan dan mamanya yang berada dirumah sakit. Sesampainya dia disana dia mendapatkan kabar gembira. Hari itu juga Bulan boleh pulang. Betapa senangnya Bintang. Begitu juga mamanya Bulan yang sudah mengetahui duluan. Bulan bersiap – siap untuk pulang. Meski badannya belum terlalu fit tetapi Bulan semangat sekali untuk pulang karna dia tidak terlau betah dirumah sakit dan dia pun sudah rindu dengan rumahnya. Terutama kamarnya.

            Bulan memang begitu adanya. Meskipun baru sekejap saja tidak berada dirumh, dia sudah merindukan rumahnya. Takutnya bagaimana jika dia sudah tiada lagi didunia ini. Takkan ada lagi Bulan seperti dia yang mencintai Bintang.

            Mereka berangkat dari rumah sakit menuju rumah Bulan dengan menggunakan taksi. Tak lama kemudian mereka pun sampai dirumah Bulan. Jarak rumah Bulan dengan rumak sakit tidak terlalu jauh dan tidak perlu memakan waktu sampai berjam – jam.

            Bintang turun dari taksi dan membantu Bulan untuk keluar juga dari taksi.Mamanya Bulan membayar taksi.Sementara itu Bintang membawa Bulan masuk kedalam rumahnya.Disusul oleh mamanya Bulan setelah selesai membayar ongkos taksi.

            “ Bintang,aku duduk disini aja dulu.gak mau langsung kekamar.” Pintanya kepada Bintang. Bintangpun menurutinya. Didudukkannya Bulan diatas kursi yang dipintanya dan ditemaninya pula Bulan duduk dikursi itu. Dihidupkannya televisi untuk Bulan. Agar Bulan tidak merasa bosan. Melihat kesetiaan Bintang kepadanya dia tidak tega untuk meninggalkan Bintang. Terlalu sayangnya dia.

♀♂

            Disambut kembali oleh Bintang langit malam pada malam itu. Dia duduk ditempat seperti biasanya. Dilihatnya langit dan mengeluarkan semua yang menyesak didadanya.

            “ ya allah,kenapa ini semua terjadi pada Bulanku?kenapa engkau harus mengakhiri hidupnya dengan kepedihan?aku begitu sangat menyayanginya.apa yang engkau rencanakan padanya?dan apa pula yang engkau rencanakan padaku?sampai – sampai disetiap malam tak engkau munculkan kembali cahaya bulanku.apa yang akan terjadi ya allah??” diteteskannya airmata kesedihan itu…Sementara itu dirumah Bulan….

            “ Ya allah,kenapa engkau berikan aku penyakit ini?penyakit yang berkemungkinan besar akan merengut nyawaku.sementara itu banyak orang yang kusayangi akan kutinggalkan.maafkan Bulan ma karna tidak memberitahu mama tentang penyakit Bulan ini.dan maafkan Bulan juga Bintang karna tidak pernah menceritkan hal ini kepada Bintang.maafkan Bulan semuanya…Mungkin ini jalan hidup Bulan..” ditutupinya wajahnya yang mengalirkan airmata itu.

            Malam yang sama dimana seorang Bintang tak ingin kehilangan Bulannya dan Bulan yang tak ingin berpisah dengan Bintangnya. Tak ada suasana tenang lagi. Yang ada hanya kegelisahan dan kerisauan yang menyelimuti perasaan mereka.

            Hari esoknya, setelah Bintang pulang sekolah dia mampir kerumah Bulan. Ingin mengajak Bulan kesuatu tempat yang mungkin akan membuat perasaan Bulan sedikit senang. Bisa jadi tidak sedikit. Karna tempat ini begitu istimewa. Tempat yang diimpi – impikan Bulan untuk dia ingin pergi kesana. Bulan mengikuti saja kemana Bintang pergi. Diperjalanan menuju tempat itu, Bintang menutupi mata Bulan. Agar terasa surprise.

            “ kita udah sampai,Bulan.”
            “buruan dong bukain tutup matanya.gak sabarn pengen lihat tempatnya seperti apa.”

            Dibuka Bintang tutup matanya Bulan. Betapa terkejutnya Bulan dengan apa yang dilihatnya. Tempat yang benar- benar begitu menakjubkan. Tempat yang dia impikan.” Bintang, Bulan lagi gak mimpikan?” tanyanya pada Bintang. Bintang menjawab “ gak. ini nyata.” Bulanpun memeluk Bintang. Begitu senangnya dia. Kenapa tidak!Tempat itu membuat diri kita benar – benar merasakan kedamaian. Tempat itu adalah Laut. Kita pun juga bisa melihat langit dengan leluasa. Apalagi dengan Bulan yang sedang dirundung masalah. Pasti dia akan benar – benar melupakan setiap masalah yang dihadapinya. Dan mungkin dia bisa melupakan penyakit yang dideritanya.

            Merekapun berlarian. Bermain air sampai basah baju mereka. Bulan merasakan hidupnya lahir kembali. Tidak ada kegelisahan dan kerisauan takut kehilangan saat itu. Sungguh…mereka lupakan sejenak masalah yang menimpa mereka.

“ bintang,boleh gak Bulan ngenamain tempat ini dengan Lautku adalah lautmu.Karna kita punya tempat baru yang setiap hari akan kita datangin.kita bisa ngehilangin bosen dan bisa seneng disini.jadi selamanya tempat ini akan jadi lautku dan lautmu yang gak akan pernah hilang karna kitakan selalu bersama.yakan?”
“ iya..boleh.Bulan bener banget tempat ini akan menjadi lautku dan lautmu selamanya.Siapa dulu yang ngenyariin tempatnya..,Bintang gitu.”
“ iya deh…tapi ngomong – ngomong kok gak dari dulu aja kamu ngajak Bulan kesini?Ayo…Sebelum sama Bulan pergi kesini,perginya sama cewek lainya….” Canda Bulan sambil tersenyum
“ gak kok…Bintang juga baru kali ini kesini.Bintang tahu karna hati Bintang yang nyuruh ngajak Bulan kesini!dan akhirnya kita sampai disini deh…” Jawab Bintang
            “ masa sih??” (Bulan belum yakin)
            “ iya kok.Bintang gak bohong.” (Meyakinkan)
            “ oke deh..Bulan hargai banget itu.makasihya…Bulan sayang banget sama Bintang”
            “ sama – sama.Bintang juga sayang sama Bulan”

♀♂

            Bagi Bintang tiada hari tanpa Bulan disisinya. Sejak setengah tahun terakhir Bintang selalu bersama – sama Bulan. Hubungan yang terjalin sangat indah. Banyak canda tawa dan perhatian. Bulan sosok wanita yang diinginkan Bintang. Bulan mengajarkannya tentang cinta seutuhnya. Belajar untuk menghargai dan tetap mencintai satu orang. Bintang sangat, sangat menyayangi Bulan. Disatu sisi,sang Maha Kuasa berkehendak lain. Bulan diberi penyakit yang berkemungkinan besar, nyawanya akan hilang dan pergi dari jasadnya. Itulah yang terjadi sekarang pada Bulan. Sebulan terakhir dari pertama kalinya Bintang mengajak Bulan kelaut mereka, Bulan merasakan hidupnya kembali sempurna. Sayangnya dia tidak merasakan bahwa kanker semakin lama semakin bertambah menjalar ketubuhnya karena dia benar – benar merasakan kesenangan bersama Bintang yang tak akan terlupakan olehnya. Meskipun Bintang mengajaknya kebulan sekalipun,kanker itu tetap menjalar ketubuhnya.

“ B U L A N ……….!!!!!” Teriakan histeris Bintang melihat Bulan terbaring diatas tempat tidur dengan keadaan yang tak bernyawa lagi.

            Mamanya Bulan menangis.Benar – benar menangis melihat anaknya telah tiada. Kini dia hidup sendirian.

“ Bulan…maafkan mama yang tidak tahu penyakit kamu dari awal.Mama jadi gak bisa untuk mengobati kamu.sekarang mama sendiri Bulan tanpa kamu.Mama gak tahu,bagaimana hidup mama seterusnya kalau kamu gak ada didekat mama.Bulan….”

            Kini Bintang yang mengeluh disamping jasadnya Bulan. ” Bulan…secepat inikah kamu tinggalin Bintang. Bintang tahu meski Bintang telah menghadirkan laut itu untuk Bulan, Bintang gak bisa menghilangkan kanker itu dari tubuh Bulan. Maafin Bintang, Bulan… Bintang gak tahu mesti harus bagaimana lagi tanpa Bulan!!!”

            Pemakaman Bulan merupakan hari yang terpahit yang pernah dilewati Bintang. Bintang tak akan pernah lagi melihat Bulan tersenyum taupun bersedih. Kini dia hanya bisa membayangkan kekasihnya itu dalan hati. Selesai pemakaman, mamanya Bulan memberikan sebuah surat untuk Bintang dari Bulan. Yang ditulis Bulan jauh – jauh hari sebelum dia meninggal. Malam yang dinginnya menusuk jantung dirasakan Bintang yang sedang duduk ditempat biasanya. Tempat dimana dia akan melihat wajah Bulan dilangit dan merasakan Bulan disisinya. Bintang membuka surat itu. Dan membacanya.


 
     " Bintang..Bulan tahu kalau Bintang membaca surat ini dalam suasana hati yang sangat sedih. Bulan minta maaf kalau akhirnya Bulan harus meninggalkan Bintang selamanya. Bulan ngucapin makasih banget sama Bintang karna telah menyayangi dan mencintai Bulan. Disaat Bulan membutuhkan Bintang, Bintang selalu ada untuk Bulan. Baik dalam kesedihan maupun kesenangan.
            Bintang,Bulan mau jujur. Sebenarnya Bulan udah tahu lama soal penyakit ini. Tapi Bulan diam. Tak ada seorang pun yang tahu penyakit ini selain dokter yang pernah periksa Bulan saat Bulan terkena penyakit ini. Bulan yang minta sama dokter itu agar dia tidak memberitahu siapapun. Termasuk mama. Karna Bulan gak mau mama terus – terusan sedih karna Bulan. Biarkan mama sedih disaat Bulan memang sudah tiada lagi. Maafin Bulan yang gak pernah mau cerita soal ini. Bukan Bulan gak sayang sama Bintang. Malahan hanya Bintang satu – satunya laki – laki yang benar – benar Bulan sayangi. Gak ada yang lain. Tapi ini semua memang harus Bulan tutupi. Maafin Bulan…
            Bulan mau ngucapin makasih lagi sama Bintang yang udah menghadirkan laut itu untuk Bulan tidak memikirkan penyakit ini. Bulan senang,Bulan pergi dengan kenangan terakhir yang terindah yang Bintang berikan untuk Bulan. Setiap kali kita kesana, Bulan merasakan kedamaian dan juga melihat laut yang membuat hati tenang.Lautku adalah Lautmu.
            Bintang, satu kenangan terakhir yang abadi yang Bulan berikan untuk Bintang yaitu Cinta. Ingat dan simpan selalu cinta Bulan dihati Bintang. Meski nanti Bintang akan mendapatkan pengganti Bulan. Bulan gak mau melihat Bintang terus – terusan sedih karna Bulan. Bintang harus bangkit dari rasa kehilangan. Karna hidup Bintang masih panjang. Dan ingat, Cintai seseorang itu dengan perasaan yang tulus. Maka Bintang akan mendapatkan kebahagiaan yang abadi selamanya. Bintang… kamu cinta sejati dihati Bulan. Terus majuya.. Gapai semua impian yang Bintang impikan. Sampai ketemu disurga. Kalau Bintang rindu Bulan, Lihat langit malam maka Bulan akan menemani disisi Bintang "


                                                                                                                                                B U L A N

            “ Bulan…Bintang juga cinta.Selamanya Bintang tak akan pernah untuk lupakan Bulan.Bulan yang ngajari Bintang tentang cinta yang sebenarnya.Dan laut itu,Lautku adalah Lautmu.Akan Bintang kenang selalu.Akan Bintang jaga utuh cinta Bulan selamanya dihati Bintang.Akan Bintang lakukan apapun untuk tidak sirnakan kenangan terakhir Bulan”





Note : ini adalah salah satu cerpenku waktu aku kelas 1 SMA. Ini cerpen udah lama banget. Sekarang aja aku udah kuliah semester 4. lumayan lama kan?? Yaaa maaf kalau mungkin bahasanya sedikit gimana-gimana gitu yaaa hee,, namanya juga masih SMA. Masih labil  :D Oke deeehh... Semoga menyukai cerpennya yaaa :) lain kali aku buat cerpen yang lebih baik lagi. Terimakasih :D

Tuesday, February 14, 2012

Christina Perri - A Thousand Years





Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid
To fall
But watching you stand alone
All of my doubt
Suddenly goes away somehow

One step closer


I have died everyday
waiting for you
Darlin' don't be afraid
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more


Time stands still
Beauty I know she is
I will be brave
I will not let anything
Take away
What's standing in front of me
Every breath,
Every hour has come to this

One step closer


I have died everyday

Waiting for you
Darlin' don't be afraid
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more

And all along I believed
I would find you
Time has brought
Your heart to me
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more

One step closer
One step closer


I have died everyday
Waiting for you
Darlin' don't be afraid,
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more

And all along I believed
I would find you
Time has brought
Your heart to me
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more


" ini lagu yang akhir-akhir ini menghiasi hari-hari gue. sampai-sampai video nya gue posting di blog gue trus gue jadiin backsound di blog gue,, hee :D selamat menikmati yaaa :) "

Tuesday, January 24, 2012

Rinduuu...

Sudah lama aku begini
Hampir mati rasanya
Kehilangan mereka membuat aku bimbang ingin melangkah ..
Ingin menangis sedalam-dalamnya
Namun aku egois
Aku berpaling
Rumput luas itu berubah menjadi danau
Tebing tinggi telah berkabut
Enggan mereka untuk kembali lagi
Jika permainan pikiran membuat mereka kembali, akan aku lakukan
Tapi ini tidak berbicara tentang pikiran
Hati ..
Hati yang berperan
Perasaan yang bermain
Aku lenyap dengan pikiranku
Aku ingin kembali kemasa itu
Sungguh...
Aku ingin kembali !!!




Thursday, December 29, 2011

ULASAN MENGENAI ” PENGARUH PENGENALAN KOMPUTER PADA PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK “


Dewasa ini, teknologi sudah sangat berkembang dan bahkan sangat maju daripada sebelumnya. Nilai-nilai dari teknologi tersebut ada yang positif maupun negatif. Salah satu contoh teknologi yaitu perkembangan internet. Internet digunakan melalui hardware, software dan brandware. Contoh hardware nya itu sendiri adalah komputer dan berbagai macam perangkat lainnya. Dan yang ingin saya ulas disini adalah jurnal mengenai PENGARUH PENGENALAN KOMPUTER PADA PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK : STUDI KASUS TAMAN BALITA SALMAN AL FARISI.

            Biasanya anak-anak dapat menemui komputer dirumah maupun disekolah. Ada anak-anak yang tidak mengetahui komputer dan mereka masih bertanya, “apa itu komputer?”. Dan sebagai orangtua ataupun guru yang mengajar disekolah, harus bijak dalam memberikan pengetahuan mengenai komputer. Setelah anak-anak mengetahui apa itu komputer, anak-anak pun pasti ingin menggunakannya sebagai bentuk dari rasa penasarannya pada komputer. Jika anak sudah mengerti apa itu komputer dan mengerti pula dalam penggunaannya, pasti ada anak-anak yang merasa bahwa komputer tersebut sangatlah menarik baginya. Ia bisa bermain games dan lain-lain. Tetapi, ada pula anak-anak yang tidak terlalu tertarik dengan komputer disebabkan faktor-faktor tertentu. Anak-anak yang suka bermain komputer, akan mempunyai banyak waktu untuk komputer. Dan meningkatnya jumlah waktu yang dipergunakan oleh anak-anak di rumah dan di sekolah dalam berinteraksi dengan komputer menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana teknologi komputer mempengaruhi perkembangan psikologi mereka. Dan waktu yang dibutuhkan oleh anak untuk berinteraksi dengan komputer sangat mungkin menggantikan waktu anak-anak yang seharusnya dipergunakan untuk mengembangkan kemampuan dirinya baik dalam aspek kognitif maupun aspek motorik.

            Di era digital ini, semakin banyak anak-anak yang memiliki akses komputer di rumah atau di sekolah untuk banyak hal, dimulai dari permainan komputer, atau membantu mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan melakukan chatting dan email atau pun browsing di Internet. Subrahmanyam menyatakan bahwa di Amerika Serikat pada tahun 1999 diperkirakan 67% dari rumah yang ada di AS memiliki game komputer konsol seperti Sega atau Nintendo, kemudian 60% memiliki PC, dan 37 persen di antaranya telah terkoneksi dengan Internet. Bahkan Subrahmanyam juga menyatakan dalam salah satu risetnya, terdapat pertanyaan yang diajukan kepada anak berumur 8 hingga 18 tahun yang mempertanyakan barang apa yang akan di bawa jika mereka berada di tengah padang pasir, maka mereka akan menjawab komputer dengan akses Internet. Anak-anak akan merasa kesepian jika mereka tidak membawanya. Jadi tidak heran, pada zaman sekarang ini anak-anak yang masih kecil sekitar umur 5 tahun keatas sudah bisa menggunakan internet dan bahkan mereka menyuruh orangtuanya untuk membawanya kemanapun mereka pergi. Contohnya seperti ipad, psp yang terkoneksi dengan internet, laptop dan lain-lain.

            Penelitian ini diharapkan mampu membantu untuk menunjukkan kepada orang tua dan pihakpihak yang berkompeten untuk menggali dan memaksimalkan efek positif dan meminimalisir efek buruk dari penggunaan teknologi komputer pada anak-anak. Penelitian ini dilakukan pada Taman Balita Salman Al Farisi yang terletak di komplek Pogung Baru, Sleman, Yogyakarta. Subjek penelitian adalah para balita, penelitian pada balita dilakukan karena lima tahun pertama merupakan masa emas (Golden Age) dari seorang anak sebagaimana dikatakan oleh Freud.

            Memahami perkembangan anak merupakan salah satu upaya untuk mendidik atau membimbing anak, agar mereka dapat mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin. Masa anak merupakan periode perkembangan yang cepat dan terjadinya perubahan dalam banyak aspek perkembangan. Selain itu, pengalaman masa kecil mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perkembangan berikutnya. Untuk itu perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan, yaitu hereditas dan lingkungan.

            Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner tentang pengenalan komputer kepada anak yang diberikan kepada orang tua dari anak-anak yang dititipkan di Taman Balita Salman Al Farisi. Dari kuesioner yang telah disebarkan, diperoleh data bahwa semua anak di Taman Balita Salman Al Farisi telah diperkenalkan komputer oleh orang tuanya, baik berupa permainan computer (computer game), CD interaktif, dan Multimedia. Untuk mendapatkan data mengenai perkembangan anak, data dari kuesioner orang tua dilengkapi dengan tes perkembangan anak. Dengan demikian diharapkan akan dapat diketahui seberapa jauh perkembangan anak dan hubungannya dengan pengenalan komputer.

            Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa anak dengan interaksi computer yang lebih intensif menunjukkan nilai KPA dengan selisih yang cukup tinggi dari nilai standar. Ada pula anak yang memiliki intensitas frekuensi lebih dari dua jam per hari ternyata memiliki selisih nilai KPA yang cukup tinggi dari rata-ratanya.

            Dari penelitian di atas, diperoleh simpulan, bahwa teknologi khususnya komputer berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak. Meski demikian, penelitian ini masih merupakan penelitian awal, yang perlu dilanjutkan dengan penelitian lanjutan. Mungkin inilah kekurangan dari jurnal ini. Namun mereka mengatakan akan melanjutkan penelitian ini untuk hasil lebih lanjut dan mendapatkan solusi yang berkaitan dengan permasalahan yang ada.


Daftar pustaka :

Sekian.. ^^ Please leave your comment..

Bye Myspace Comments