CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Assalamu'alaikum

Welcome Myspace Comments

Music is my life ...

Hello! Myspace Comments

Saturday, May 7, 2011

Menganalisis Manfaat dan Kerugian dari Pemakaian Mesin Cuci

Sejarah Mesin cuci

Mesin Cuci Pertama

Manual mesin cuci awalnya meniru gerakan tangan manusia di papan, dengan menggunakan tuas untuk memindahkan satu permukaan melengkung di atas yang lain dan pakaian menggosok antara dua permukaan berusuk. Jenis mesin cuci pertama kali dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1846 dan bertahan sebagai akhir 1927 dalam katalog Montgomery Ward. Pakaian mesin cuci listrik pertama, di mana motor diputar bak mandi, diperkenalkan ke Amerika sekitar tahun 1900. Motor itu tidak dilindungi di bawah mesin dan air sering menetes ke dalamnya menyebabkan sirkuit pendek dan guncangan tersentak. Pada 1911, adalah mungkin untuk membeli berosilasi, silinder, mesin cuci domestik dengan bak sheet metal dipasang di sudut bingkai besi dengan logam diperforasi atau silinder serpihan kayu di dalamnya.

Dari perspektif teknologi, produsen mesin cuci menghadapi sejumlah tantangan. Ini termasuk menemukan metode kekuasaan mentransfer dari motor untuk mekanisme tersebut, menemukan sebuah motor sesuai dengan mulai torsi awal yang cukup, dan memastikan bahwa operator tidak mendapatkan kejutan listrik selama operasi.

Dalam pemindahan kekuasaan, beberapa mesin cuci rantai diusir, ikat pinggang beberapa didorong dan lain-lain digunakan poros dan roda gigi.

Untuk mengatasi hambatan awal dalam memulai sebuah mesin cuci, motor tenaga kuda fraksional yang tidak akan membakar keluar atau terlalu panas selama periode-up mulai digunakan.

Untuk mencegah sengatan listrik, stator dan rotor mesin itu dibungkus dalam perumahan dilengkapi dengan kipas untuk mencegah panas.

Perbaikan

Dari perspektif kepuasan pelanggan, mesin yang akan mencuci pakaian tanpa merobek-robek perlu dikembangkan. Ini berarti bahwa jika mesin penggosok asli digunakan, mesin harus dioperasikan dengan kecepatan yang berbeda untuk tekstil yang berbeda. Untuk mengatasi masalah tersebut, mesin cuci bahwa air tumpah melalui pakaian oleh agitasi dikembangkan. Entah bak pindah atau penyekat ditempatkan di dalam bak mandi pindah.

Awal mesin cuci memiliki berat, kotor, besi cor-mekanisme yang dipasang di bagian dalam tutup bak mandi. Pengenalan bak logam dan gigi reduksi untuk menggantikan aparat besar ini merupakan perbaikan besar. Pada 1920, bak kayu coopered tidak lagi yang sedang dibuat.

Beatty Brothers dari Fergus, Ontario adalah perusahaan pertama yang memproduksi mesin cuci agitator. The Beatty awal telah berusuk bak mesin yang tembaga nikel atau nikel-kromium berlapis. Di AS, perusahaan pertama yang mengadopsi teknologi agitator adalah Maytag. Orientasi vertikal dari mesin ini menjadi standar industri menggantikan sumbu horisontal berputar mesin sebelumnya.

Dimulai pada tahun 1920-an, lembaran logam dienamel putih menggantikan bak tembaga dan besi kaki sudut. Pada awal 1940-an, baja dienamel digunakan dan dijual sebagai lebih bersih, lebih mudah untuk membersihkan dan lebih tahan lama dibandingkan dengan selesai lainnya. The-logam sheet rok juga dirancang untuk memperpanjang bawah tingkat motor mount.

Pada awal 1920-an, sejumlah mesin Kanada tersebut ditawarkan dengan built-in gas atau pemanas air listrik. Pada tahun 1930-an, pemanas air domestik berada di banyak rumah dan pemanas mesin cuci itu banyak gunanya. Penambahan didorong saluran pompa-motor saat ini pindah mesin satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan otomatisitas.

Perkembangan selanjutnya dari mesin cuci adalah pemasangan alat pengatur waktu jam yang memungkinkan mesin yang akan diset untuk beroperasi selama pra-ditentukan panjang siklus mencuci. Sekarang, operator tidak lagi diperlukan untuk terus memonitor aksinya.

Pada awal 1950-an, banyak produsen Amerika memasok mesin dengan fitur-kering spin untuk menggantikan alat pemeras yang dihapus tombol, dan menyebabkan kecelakaan yang melibatkan rambut dan tangan. Pada tahun 1957, GE memperkenalkan mesin cuci dilengkapi dengan 5 push tombol untuk mengontrol suhu mencuci, bilas suhu, kecepatan pengadukan dan kecepatan spin.

Manfaat dan Kerugian dari Pemakaian Mesin Cuci

Pada umumnya dahulu orang – orang mencuci pakaian dengan menggunakan tangan. Terlebih lagi ibu rumah tangga. Setiap hari akan mencuci pakaian yang kotor. Tetapi semenjak adanya mesin cuci, ibu rumah tangga dan para pencuci pakaian yang lainnya lebih mudah dalam mencuci. Mesin cuci memberikan kemudahan dalam mencuci selain itu juga membantu mempercepat dalam mencuci. Bahkan, di saat pakaian diputar di dalam mesin cuci, kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Dan dengan memakai mesin cuci, juga membantu di daam proses pengeringan pakaian. Yang dulunya pakaian yang sudah dicuci hanya diperas dengan tangan dan pakaian pun masih terlalu basah, kini apabila di keringkan dengan mesin cuci maka pakaian tidak terlalu basah. Hanya tinggal butuh proses pengeringan yang sebentar menggunakan matahari ataupun angin. Tetapi, mesin cuci juga tidak memberikan manfaat saja. Adapun kerugian yang diberikan oleh mesin cuci salah satunya yaitu penggunaan listrik dan terkadang membuat kita malas mencuci setiap hari seperti saat kita mencuci dengan tangan. Kita lebih suka menumpuk pakaian kotor hingga banyak setelah itu baru dicuci. Memang dengan cara itu membuat kita hemat di dalam penggunaan air yang hanya sesekali tetapi banyak. Tetapi pada intinya, setiap tekhnologi memberika manfaat dan kerugian tersendiri bagi penggunanya. Tergantung kepada penggunanya bagaimana cara mengantisipasi agar bisa sesuai dengan kebutuhan.



http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4451307

Saturday, March 19, 2011

Sifat Manusia Nusa Tenggara Timur Berdasarkan Letak Geografis

Sifat Manusia Nusa Tenggara Timur Berdasarkan Letak Geografis


Pengertian Geografi

Strabo
Strabo menyebutkan bahwa Geografi erat kaitannya dengan karakteristik tertentu mengenai suatu tempat dengan memperhatikan juga hubungan antara berbagai tempat secara keseluruhan. Geografi sejak perkembangannya, dimulai dari menceritakan tentang daerah lain, sudah lebih dikhususkan lagi dan sudah adanya konsep region yaitu daerah sudah mempunyai ciri khas tersendiri. Adanya hubungan daerah (tempat).

Frank Debenham
Frank Debenham berpendapat "Geography is philosophy of place" (Geografi adalah filosofi mengenai suatu tempat). Pendapat tersebut memberikan pengertian bahwa Geografi lebih luas dan lebih mendalam, di dalamnya sudah ada hubungan cara pandang dengan menanggapi lingkungan alam, atau lingkungan tempat tinggal, sedangkan arti filosofis masih memerlukan tanggapan tersendiri.


Kekeringan dan Kekurangan

Kekeringan dan kekurangan. Dua kata bersanding dijadikan judul tulisan ini cukup relevan dipercakapkan mengingat geografis kepulauan NTT semi ringkai sangat rentan terhadap ketersediaan pangan yang terkait dengan peralihan musim. Dua fenomena ini, 'kekeringan' (baca iklim yang kering) dan 'kekurangan' (baca kurang pangan) merupakan dua variabel penting dalam menyikapi permasalahan penduduk dan lingkungan di NTT.

Betapa tidak, fenomena alam berupa iklim yang kering dan fenomena sosial kurang pangan selalu menjadi isu krusial yang muncul setiap tahun. Dua kondisi ini memiliki hubungan yang resiprokal karena interaksinya bersifat kausalitas, pada kedudukan interdependen. Artinya apa yang terjadi pada lingkungan kita dipastikan akan berdampak pada kehidupan penduduknya (penganut paham deterministik).

Di sisi yang lain perilaku manusia yang sifatnya artifisial dapat menimbulkan dampak lansung maupun tidak langsung pada lingkungan (aliran posibilistik). Fenomena kekeringan dan kurang pangan sering diangkat oleh media lokal (Pos Kupang) di mana kekeringan yang menyebabkan kurang pangan melanda beberapa kabupaten di Flores, Sumba, Alor dan Timor. Akibatnya komoditas penting yang merupakan pangan pokok beras dan jagung telah didatangkan terutama dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.



Masalah kekeringan

Masalah kekeringan merupakan realitas lingkungan fisikal yang kejadiannya disebabkan oleh proses alami, terutama aspek klimatologis, intensitasnya variatif dan fluktuatif juga diakibatkan oleh peranan manusia langsung atau tidak langsung. Masalah kekurangan pangan merupakan kejadian manusiawi intensitasnya variatif dan fluktuatif diakibatkan oleh kejadian yang alami dan manusiawi.

Agar dapat memahami dua variabel krisis tersebut, ada baiknya memahami kondisi lingkungan kepulauan NTT yang dipengaruhi iklim tropis semi rangkai (semi aride). Ada beberapa faktor geografis yang dapat menjelaskan fenomena kekeringan yang selalu muncul di NTT. Faktor-faktor itu adalah: 1) Letak astronomis NTT adalah 8° - 12° Lintang Selatan dan 118° - 125° Bujur Timur. Letak astronomis seperti ini berada di luar mintakat (zone) doldrums, atau dikenal juga dengan palung equatorial. Palung equatorial ini berada pada posisi 5° - 6° lintang bumi (Lintang Utara dan Lintang Selatan). Posisi di luar mintakat ini berdampak pada kurangnya curahan hujan atau presipitasi. Mintakat doldrums merupakan zone konvergensi di sekitar garis katulistiwa yang memiliki karakteristik hujan dengan intensitas tinggi sepanjang musim. 2) Letak geografi, NTT terletak di bagian tenggara, berimplikasi kurangnya curah hujan, karena angin musim yang membawa hujan berhembus dari arah barat, makin ke timur kandungan uap air makin rendah. Perhatikan Sumba Barat lebih basah dibanding Sumba Timur. Begitu juga Flores, bagian barat lebih banyak hujannya ketimbang di bagian timur. Di samping itu pengaruh dari gurun di Australia menambah kekeringan di NTT. 3) Faktor topografi, awan hujan yang memiliki kandungan uap air yang tinggi adalah awan cummulus dan awan cummulonimbus. Awan-awan ini akan membentur gunung/pegunungam yang ketinggiannya sekitar 2.000 meter dapat mengakselerasi presipitasi. Topografi di Flores masih memungkinkan akselerasi terjadinya presipitasi, sehingga Flores bagian barat akibatnya juga lebih basah dari Flores bagian timur. Pulau Timor, kebanyakan relief sekitar 500 meter (seperti ditulis W.W Van Bemmlem, Geolog Belanda), sehingga kawasan Gunung Mutis jauh lebih basah ketimbang wilayah lainnya di Timor. 4) Faktor Lahan. Lahan di NTT di tiga pulau besar tanahnya sangat poreus, sifatnya menyerap air yang tinggi, sehingga presipitasi yang mengguyur bumi Flobamor cepat terserap ke bawah permukaan menjadi air infiltrasi. Akibatnya, bagian permukaan cepat kering dan dipicu juga oleh tutupan lahan (land covering) yang rendah sehingga penguapan (evaporasi) tinggi. 5) Faktor vegetasi memiliki korelasi timbal balik dengan iklim karena saling mempengaruhi. Vegetasi sebagai penutup lahan yang cukup mampu mempertahakan tingkat kelembaban. Vegetasi pada relief tinggi juga berperan pada akselerasi presipitasi. 6) Di samping faktor-faktor itu, iklim tropik ringkai di NTT juga tidak terlepas dari pengaruh iklim global dan regional. Iklim global mengalami perubahan (global climate change) diakibatkan oleh pemanasan global (global warming) akibat meningkatnya emitor gas rumah kaca (greenhouse gases) CO2, CH4, CFC, N2O dll. 7) Pengaruh iklim regional terutama dari kawasan Pasifik yang juga berpengaruh pada iklim di NTT adalah fenomena El Nino yang berdampak kemarau yang berkepanjangan dan La Nina yang berdampak musim hujan yang berlebih. 8) Faktor penduduk memiliki peran penting dalam berinteraksi dengan lingkungan, dampaknya bisa positif jika tindakannya ramah lingkungan dan bisa negatif jika tindakannya tidak ramah lingkungan. Kebiasaan membakar padang ilalang oleh petani/peladang lebih banyak mengancam kelestarian lingkungan karena vegetasi ludes terbakar oleh kegiatan membakar untuk persiapan membuka ladang.

Faktor-faktor iklim lokal berintegrasi dengan iklim global dan regional yang membentuk karakteristik iklim di NTT. Faktor-faktor itu saling kait mengait membentuk sistem dalam lingkungan kita sehingga berproses secara siklikal tahunan. Kondisi geografis dan klimatologis inilah yang mempengaruhi NTT secara variatif dan fluktuatif.


Masalah kurang pangan

Jika dikaji lebih jauh masalah kurang pangan yang juga berpotensi muncul setiap tahun, kita harus memahami juga faktor manusia dalam hal ini masyarakat petani/peladang. Faktor dominan yang berpengaruh adalah budaya petani/peladang, yakni: 1) pertanian subsisten dan 2) kultur masyarakat lahan kering. Menyangkut pertanian subsisten, dapat diurai oleh argumentasi berikut. Pakar ekonomi pembangunan negara berkembang, Michael P Todaro, telah lama membuat taksonomi sederhana untuk masyarakat di negara berkembang, yakni masyarakat tradisional, masyarakat transisi dan masyarakat modern. Pada masyarakat petani/peladang tradisional berciri subsisten, teknologi rendah, produktivitas rendah, produksi hanya untuk konsumsi domestik, tidak memiliki kemampuan menabung dan investasi rendah dan daya beli (purchasing power) juga rendah.

Aplikasi teknologi yang rendah (biasanya tofa, linggis, parang, mungkin juga ada cangkul) dan etos kerja yang rendah berdampak pada produktivitas rendah. Etos kerja dapat dibangkitkan dengan budaya dagang. Penulis dalam sebuah seminar ilmiah pernah mengemukakan bahwa budaya berdagang jika dapat berkembang pada masyarakat peladang dapat mengentaskan kemiskinan di NTT. Perkembangan ekonomi yang mencerminkan peradaban dikenal fundamental occupation, perkembangannya yang terakhir adalah kegiatan industri dan perdagangan. Perdagangan memiliki tujuan, meningkatkan pendapatan, meningkatkan produksi, memacu industri, meningkatkan kebutuhan, memperluas lapangan kerja, pemerataan dan sebagainya. Di Indonesia suku bangsa yang terkenal dengan jiwa berdagang antara lain Minang, Jawa, Bugis, Sulawesi Selatan. Di dunia ini bangsa yang tersohor karena kegiatan perdagangannya adalah Cina. Abad 21 dalam era perdagangan bebas Cina dapat menjadi raksasa ekonomi dunia, menggeser Amerika Serikat.

Kultur masyarakat lahan kering dibentuk oleh kondisi agroklimat yang menghadapkan pada pilihan pertanian lahan kering. Pertanian lahan kering dapat diartikan sebagai kondisi di mana tidak terpenuhinya kebutuhan air yang optimal dalam usaha tani. Kondisi ini mengakibatkan petani mengolah lahan usaha tani sangat tergantung pada air hujan. Pertanian model ini dikenal sebagai perladangan, yang menghasilkan padi ladang, jagung, kacang-kacangan dan ubi-ubian. Tanaman hortikultura dan sayur mayur kurang berkembang. Usaha tani seperti itu dijalankan secara turun temurun sehingga membentuk budaya tani lahan kering. Di kalangan masyarakat Timor dikenal istilah atoni pah meto yang bermakna orang dari daerah kering.

Begitu kuatnya tradisi lahan kering sehingga sistem usaha taninya dikenal budaya lahan kering. Cirinya air sepenuhnya tergantung hujan, musim tanam sekali dalam setahun, komoditas terbatas hanya untuk konsumsi, daya beli rendah, daya menabung juga kecil, teknologi rendah sehingga produksinya juga rendah, seperti yang dikemukakan oleh Todaro sebagai petani/peladang tradisional, komersialisasi hasil usaha tani tidak tampak.

Konsep solutif sederhana untuk mengatasi dua kondisi ini adalah: 1) memberdayakan petani termasuk peternak dalam manajemen usaha tani termasuk pasca panen, 2) introduksi teknologi sabit dan cangkul, dan sarana produksi lainnya, 3) menstimulasi usaha tani komersial melalui budaya dagang, 4) menjamin ketersediaan pasar, 5) meningkatkan etos kerja dalam berbagai bidang.

Bagaimana dengan potensi kelautan, ini masalah tersendiri. Penduduk yang bermukim pada pertemuan ekosisem terrestrial dan ekosistem aquatik harus memiliki budaya bahari.

Dalam tataran konsep beberapa solusi di atas kertas terasa mudah diwacanakan, bahkan sudah terlalu sering diwacanakan. Implementasi di lapangan banyak tantangan karena menyangkut transfer iptek dan secara evolutif mengubah budaya bukan persoalan gampang. Upaya dan komitmen berbagai pihak sangat penting, tapi jika mau bertindak, niscaya berita-berita kekeringan dan kurang pangan seperti judul tulisan ini tidak perlu terjadi setiap tahun. Pemda dan masyarakat NTT sudah mampu memekarkan daerah otonom kabupaten hampir dua kali lipat jumlahnya dalam era reformasi, mungkin propinsi pemegang rekor tertinggi. Janji mendekatkan pelayanan, mewujudkan masyarakat maju, adil dan sejahtera, harus menjadi target. Jangan wacana saja, sehingga terkesan pemekaran daerah hanya bagi-bagi kursi jabatan, yang makmur hanya segelintir orang yang kebetulan bisa menjadi pejabat.


Daftar Pustaka :
http://kupang.tribunnews.com/printnews/artikel/52290
http://id.shvoong.com/books/dictionary/2092580-geografi-pemahaman-konsep-dan-metodologi/

Monday, February 21, 2011

Hubungan Psikologi dengan Ilmu Matematika


Hubungan Psikologi dengan Ilmu Matematika


Sebelumnya, saya sendiri bingung ingin membuat tulisan mengenai Hubungan Psikologi dengan Ilmu matematika ini. Tapi, berhubungan ini tugas dan saya wajib untuk  mengerjakannya, saya akan berusaha semampu saya untuk membuat tulisan ini. Dan jika ada kesalahan – kesalahan didalam tulisan ini, saya mohon maaf karena saya dalam proses belajar dan saya pastikan saya sangat senang jika ada yang ingin memberikan masukan – masukan kepada saya yang sifatnya membangun untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Baik…
Untuk hubungan psikologi dengan ilmu matematika, saya tidak memusatkan kepada satu kejadian yang terjadi dikehidupan sehari – hari dan satu teori dari ilmu matematika saja. Saya akan berusaha saling mengaitkan satu hal dengan hal yang lainnya.

Psikologi itu adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan binatang, serta penerapannya pada permasalahan manusia (Morgan, 1987). Didalam kehidupan kita sehari – hari, sangat banyak terdapat peristiwa – peristiwa yang menyangkut kepada manusia maupun makhluk hidup yang lainnya. Salah satu contohnya yaitu hubungan antara dua saudara yang tidak mempunyai keakuran dan kekompakan didalam mengerjakan tugas rumah yang diberikan oleh ibunya. Si A suka mengatur si B yang dianggapnya tidak benar dalam mengerjakan suatu hal. Sebenarnya itu bagus karena mengingatkan agar si B lebih berhati – hati dalam mengerjakan sesuatu. Mungkin caranya si A saja yang terlalu berlebihan dan tidak tepat merealisasikan tindakannya dengan benar sehingga si B mengambil kesimpulan bahwa si A suka mengaturnya. Hal ini sangat dibenarkan oleh teori himpunannya matematika yang menyimpulkan bahwa kedua saudara ini saling bertentangan dan berselisihan yang mempunyai notasi : AB = { x | x Î A dan x Ï B } =  A Ç .



Didalam psikologi, peristiwa itu dapat disikapi dengan tindakan yang saling memberikan pengertian satu sama lain. Dan yang lebih penting orangtua lah yang mempunyai peranan yang besar terhadap kedua anaknya. Memberikan masukan – masukan bahwa kerjasama itu penting didalam melakukan suatu hal. Jika salah seorang dari anggota yang sedang melakukan kerjasama itu melakukan suatu tindakan yang kurang ataupun salah, sebaiknya bukan dimarahi ataupun disikapi dengan tindakan negative yang lainnya. Sebaiknya ditegur dengan halus dan lembut dan katakan bahwa ”kamu tidak benar melakukannya. Sebaiknya dilakukan dengan hal yang seperti ini yang lebih baik supaya kamu tidak susah payah dalam mengerjakannya.” Dan ucapkan kata – kata itu dengan baik agar tidak terlihat
mengatur ataupun merasa yang paling benar. Karena tujuan untuk melakukan hal tersebut hanyalah memberikan masukan.

Sama halnya dengan mengajarkan anak kecil di masa kanak – kanak awal(early childhood), kanak – kanak akhir dan masa pubertas yang belum sempurna dalam melakukan sesuatu. Maksud sempurna disini yaitu bukan sempurna sampai tidak ada kesalahan karena orang – orang yang sudah dewasa pun masih akan bisa melakukan suatu kesalahan. Jadi maksud sempurna disini  yaitu dapat melakukan sesuatu sesuai dengan tahap perkembangannya. Tetapi ini berbeda lagi, karena tujuannya bukan hanya memberikan masukan melainkan mengajarkan yang benar kepadanya agar dia dapat melakukan sesuatu dengan benar dan dapat diulanginya lagi dengan benar. Seperti Teori koherensi menyatakan bahwa kebenaran harus konsisten dengan kebenaran sebelumnya yang dianggap benar. Namun jika dikaji lebih dalam lagi dengan objeknya anak kecil di masa kanak – kanak awal dan kanak – kanak akhir didalam permasalahan ini, maka teori ini tidak akan seluruhnya dapat digunakan. Karena anak kecil mempunyai sifat yang masih berubah – ubah sesuai dengan apa yang diajarkan kepadanya, apa yang dilihatnya dan apa yang terjadi dilingkungannya yang dia resapi menjadi suatu ajaran baginya. Untuk itu, anak kecil masih sangat rentan. Begitu juga dengan anak – anak yang berada didalam masa pubertas. Suasana hati mereka masih berubah – ubah dan mereka mengalami krisis percaya diri. Dan tindakan merekapun terkadang masih seperti anak kecil. Karena masih butuh penyesuaian terhadap masa perkembangan mereka yang baru yaitu masa pubertas. Hal ini juga berkaitan dengan teori Himpunan Bagian (Subset) yaitu Himpunan A dikatakan himpunan bagian dari himpunan B jika setiap elemen A merupakan elemen dari B. Dengan Notasi: A  Í B.



Karena tanpa masa kanak – kanak awal dan kanak – kanak akhir, masa pubertas tidak dapat berkembang dengan baik. Dan dimasa – masa yang seperti inilah pembelajaran terhadap anak itu yang sangat penting agar kepribadian mereka muncul dan dimasa remaja lah pencarian dan pemantapan kepribadian dan identitas diri mereka dapat mereka raih.

Manusia mempunyai tujuan masing – masing atas apa yang mereka lakukan untuk lingkungan mereka. Apakah asimilasi ataukah akomodasi tidak seorangpun yang tau terkecuali mereka memberitahukannya kepada orang lain. Persamaan antara asimilasi dan akomodasi yaitu sama – sama menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sedangkan perbedaannya yaitu asimilasi mempunyai tujuan untuk menyesuaikan diri dengan merubah lingkungan dan akomodasi  mempunyai tujuan yang sederhana yaitu menyesuaikan diri agar sesuai dengan lingkungan. Satu sama lain antara asimilasi dan akomodasi sangat berkaitan seperti Teori Himpunan yang Ekivalen yaitu Himpunan A dikatakan ekivalen dengan himpunan B jika kardinal dari kedua himpunan tersebut sama dengan Notasi : A ~ B  « ½A½ = ½B½. Maksudnya kardinal  dari kedua himpunan tersebut sama antara asimilasi dan akomodasi  yaitu sama – sama ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dan dengan tujuan antara asimilasi dan akomodasi yang berbeda itu sama seperti Teori Himpunan Saling Lepas yaitu Dua himpunan A dan B dikatakan saling lepas (disjoint) jika keduanya tidak memiliki elemen yang sama dengan Notasi : A // B. Maksudnya tidak memiliki elemen yang sama yaitu asimilasi mempunyai tujuan untuk merubah sedangkan akomodasi mempunyai tujuan agar sesuai dengan lingkungan.

Itulah beberapa peristiwa diatas yang saya kaitkan dengan teori himpunan matematika. Dan dibawah ini beberapa pembuktian pernyataan perihal himpunan.

Pembuktian Pernyataan Perihal Himpunan
·         Pernyataan himpunan adalah argumen yang menggunakan notasi himpunan.
·         Pernyataan dapat berupa:
1.       Kesamaan (identity)
Contoh: Buktikan “A Ç (B È C) = (A Ç B) È (A Ç C)”
2.       Implikasi
Contoh: Buktikan bahwa “Jika A Ç B = Æ dan A Í (B È C) maka selalu berlaku bahwa A Í C”.
1. Pembuktian dengan menggunakan diagram Venn
Contoh:  Misalkan A, B, dan C adalah himpunan. Buktikan A Ç (B È C) = (A Ç B) È (A Ç C) dengan diagram Venn.

Bukti:

                   A Ç (B È C)                                                    (A Ç B) È (A Ç C)            
Kedua digaram Venn memberikan area arsiran yang sama.

Terbukti bahwa A Ç (B È C) = (A Ç B) È (A Ç C).             
·         Diagram Venn hanya dapat digunakan jika himpunan yang digambarkan tidak banyak jumlahnya.
·         Metode ini mengilustrasikan ketimbang membuktikan fakta. Diagram Venn  tidak dianggap sebagai metode yang valid untuk pembuktian secara formal. 

2. Pembuktikan dengan menggunakan tabel keanggotaan

Contoh:  Misalkan A, B, dan C adalah himpunan. Buktikan bahwa A Ç (B È C) = (A Ç B) È (A Ç C). 

Bukti:

A
B
C
B È C
A Ç (B È C)
A Ç B
A Ç C
(A Ç B) È (A Ç C)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
1
1
1
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Karena kolom A Ç (B È C) dan kolom (A Ç B) È (A Ç C) sama, maka A Ç (B È C) = (A Ç B) È (A Ç C). 

3. Pembuktian dengan menggunakan aljabar himpunan.
Contoh:  Misalkan A dan B himpunan. Buktikan bahwa (A Ç B) È (A Ç ) = A
Bukti:
(A Ç B) È (A Ç )  = A Ç (B È )       (Hukum distributif)
                                     = A Ç U                           (Hukum komplemen)
                                     = A                                    (Hukum identitas)                                                     
               
Contoh:  Misalkan A dan B himpunan. Buktikan bahwa A È (BA) = A È B
Bukti:
                A È (BA)  = A È (B Ç )        (Definisi operasi selisih)
                                       = (A È B) Ç (A È )              (Hukum distributif)
                                       = (A È B) Ç U                             (Hukum komplemen)
                                       = A È B                                          (Hukum identitas)                                 

Contoh:  Buktikan bahwa untuk sembarang himpunan A dan B, bahwa
         (i)  A È ( Ç B) = A È B    dan
(ii)  A Ç ( È B) = A Ç B
Bukti:
(i)            A È ( Ç B)  = ( A È ) Ç (A Ç B)                      (H. distributif)
                                                     =  U Ç  (A Ç B)                             (H. komplemen)
                                                     =  A È B                                           (H. identitas)                 
(ii)           adalah dual dari (i)
A Ç ( È B)  = (A Ç ) È  (A Ç B)                      (H. distributif)
                                                     = Æ  È  (A Ç B)                            (H. komplemen)
                                                    =  A Ç B                                            (H. identitas)                 
4. Pembuktian dengan menggunakan definisi 
·         Metode ini digunakan untuk membuktikan pernyataan himpunan yang tidak berbentuk kesamaan, tetapi pernyataan yang berbentuk implikasi. Biasanya di dalam implikasi tersebut terdapat notasi himpunan bagian (Í atau Ì).

Contoh:  Misalkan A dan B himpunan. Jika A Ç B = Æ dan A Í (B È C) maka A Í C. Buktikan!
Bukti:
(i)        Dari definisi himpunan bagian, P Í Q jika dan hanya jika setiap x Î P juga Î Q. Misalkan x Î A. Karena A Í (B È C), maka dari definisi himpunan bagian, x juga Î (B È C).
Dari definisi operasi gabungan (È), x Î (B È C) berarti x Î B atau x Î C.
(ii)   Karena x Î A dan A Ç B = Æ, maka x Ï B

Dari (i) dan (ii), x Î C harus benar. Karena "x Î A juga berlaku x Î C, maka dapat disimpulkan A Í C .

Daftar Pustaka:

Sunday, November 28, 2010

Manusia dan Tanggung Jawab

Manusia dan Tanggung Jawab


Tanggung Jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah kewajiban meanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh hidup semaunya terhadap manusia lainnya dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia lingkungan.

Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia , bahwa setiap manusia pasti dibebbani dengan tanggung jawab . Apabila iia tidak mau bertanggung jawab , maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu . Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi , yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain . Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatan itu , dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik . Dari sisi pihak lain , apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab , pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan .

Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban tau beban yang harus dipikul atau dipenuhi segala akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, atau segala akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban atau beban itu ditunjukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak lain. Dengan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesame manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik.

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu , dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pegabdian atau pengorbanannya . Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan , penyuluhan , keteladanan , dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa .

Banyak orang mengelak bertanggung jawab, karena memang lebih mudah menggeser tanggung jawabnya, daripada berdiri dengan berani dan menyatakan dengan tegas bahwa, “Ini tanggung jawab saya!” Banyak orang yang sangat senang dengan melempar tanggung jawabnya ke pundak orang lain.

Oleh karena itulah muncul satu peribahasa, “lempar batu sembunyi tangan”. Sebuah peribahasa yang mengartikan seseorang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, sehingga dia membiarkan orang lain menanggung beban tanggung jawabnya. Bisa juga diartikan sebagai seseorang yang lepas tanggung jawab, dan suka mencari “kambing hitam” untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari perbuatannya yang merugikan orang lain.

Sebagian orang, karena tidak bisa memahami arti dari sebuah tanggung jawab; seringkali dalam kehidupannya sangat menyukai pembelaan diri dengan kata-kata, “Itu bukan salahku!” Sudah terlalu banyak orang yang dengan sia-sia, menghabiskan waktunya untuk menghindari tanggung jawab dengan jalan menyalahkan orang lain, daripada mau menerima tanggung jawab, dan dengan gagah berani menghadapi tantangan apapun di depannya.

Cobalah kita pahami, kalimat mulia berkaitan dengan tanggung jawab, di bawah ini:

“Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggung jawab atas kepemimpinan itu”. (Al-Hadits, Shahih Bukhari – Muslim)

“Anda tidak bisa lari dari tanggung jawab hari esok dengan menghindarinya pada hari ini”. (Abraham Lincoln)

Macam – macam tanggung jawab :

a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah – maslah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bemoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri dan angan –angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan – angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.


b. Tanggung jawabterhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarg terdiri dari suami-istri, ayah-ibu, dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikann, dan kehidupan.

c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain , sesusai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial . Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut . Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyrakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut . Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat .

d. Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi ,bahwa setiap manusia , tiap individu adalah warga negara suatu negara . Dalam berpikir , berbuat , bertindak , bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh Negara . Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri . Bila perbuatan manusia itu salah , maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara .

e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan mencipatakn manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab , melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan . Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama . Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yag keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya , bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya , manusia perlu pengorbanan .




Sumber : 
Buku Seri Diktat Kuliah Ilmu Budaya Dasar Oleh Widyo Nugroho dan Achmad Muchji

http://wuryanano.wordpress.com/2007/10/27/memahami-tanggung-jawab/

Sekian.. ^^ Please leave your comment..

Bye Myspace Comments